KARIMUN – Kasdim 0317/TBK Mayor Inf Istain Tamimi memimpin Upacara Pengibaran Bendera Tujuh Belasan di Lapangan Upacara Makodim 0317/TBK, Jalan Jenderal Sudirman, Poros Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Senin (19/10/2026). Upacara tersebut menekankan pentingnya penguasaan teknologi modern, peningkatan profesionalisme, serta kedisiplinan prajurit dalam menghadapi tantangan tugas ke depan.
Upacara yang dimulai pukul 07.00 WIB itu diikuti sekitar 50 peserta dari unsur Kodim 0317/TBK, Kompi B Yonif 136/Tuah Sakti, ASN Pemerintah Kabupaten Karimun, dan siswa SMA Negeri 4 Karimun. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Pasi Ops Kapten Kav Tatang Rohimat, Pasi Pers Lettu Inf Hariyono, Pasi Ter Letda Inf Tamrin, serta Dansubdenpom I/6-2 TBK Lettu CPM Izar M.
Baca Juga: Babinsa Sungai Raya Sosialisasikan Penerimaan Prajurit TNI AD kepada Warga
Bertindak sebagai inspektur upacara, Mayor Inf Istain Tamimi membacakan amanat Panglima TNI yang menyoroti tuntutan perubahan lingkungan strategis dan perkembangan teknologi pertahanan. Prajurit TNI dituntut mampu belajar dengan cepat serta menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, termasuk pesawat nirawak atau drone dan kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Penguasaan teknologi tersebut perlu berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan personel. Modernisasi peralatan tempur harus diimbangi kesiapan prajurit dalam menjalankan tugas pertahanan maupun operasi selain perang, termasuk membantu masyarakat ketika terjadi bencana alam.
Amanat itu juga menekankan pentingnya tanggung jawab prajurit dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan anggota TNI, termasuk penyediaan fasilitas kesehatan dan perumahan, harus diimbangi dengan kinerja yang profesional, kejujuran, serta disiplin dalam setiap pelaksanaan tugas.
Selain profesionalisme, Panglima TNI mengingatkan seluruh prajurit agar menjauhi berbagai bentuk pelanggaran hukum. Keterlibatan dalam judi online, penyalahgunaan narkoba, maupun aktivitas ilegal lainnya dinilai dapat merusak integritas prajurit dan mengikis kepercayaan rakyat terhadap institusi TNI.
Rangkaian upacara berlangsung khidmat, mulai dari pengibaran Sang Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, hingga pengucapan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI. Letda Inf F. Simanjuntak bertindak sebagai komandan upacara, sedangkan Lettu Inf Hariyono bertugas sebagai perwira upacara.
Kegiatan berakhir pada pukul 07.35 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Upacara rutin ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen prajurit dalam meningkatkan kemampuan, menjaga disiplin, serta mempertahankan kepercayaan masyarakat melalui pengabdian yang profesional dan bertanggung jawab.





