Pembangunan Jembatan Armco di Sungai Mata Satu, Desa Penarah, Terus Digencarkan
BELAT, 06 Mei 2026 – Pembangunan Jembatan Armco di Sungai Mata Satu, Desa Penarah, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun, mencapai progres 40,1 persen pada Rabu (6/5/2026), meski dihadapkan pada berbagai kendala medan dan logistik.
Personel TNI dari Kodim 0317/TBK bersama masyarakat terus mengerjakan pengecoran lantai dasar jembatan yang menjadi tahap awal konstruksi. Jembatan dengan bentangan 7 meter dan tinggi 2,5 meter ini diproyeksikan menjadi penghubung vital antarwilayah di Desa Penarah, serta memberikan manfaat langsung bagi 1.317 jiwa.
Di lokasi, aktivitas terlihat berjalan dinamis. Material diangkut menggunakan perahu untuk menyeberangi sungai selebar 4 meter, kemudian dilangsir secara manual oleh personel TNI dan warga menuju titik pekerjaan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri yang memperlambat distribusi bahan bangunan.
“Semua material harus kami bawa menyeberang dengan perahu, lalu dipikul ke lokasi. Ini memang berat, tapi kami tetap optimis pekerjaan selesai sesuai target,” ujar salah satu personel di lapangan.
Selain kendala distribusi, faktor pasang air laut juga memengaruhi ritme pekerjaan. Saat air pasang, aktivitas konstruksi terpaksa dihentikan hingga empat jam karena ketinggian air mencapai 2,60 meter, melebihi kondisi normal.
Keterbatasan bahan bangunan di lokasi turut menjadi perhatian. Material seperti batu dan pasir tidak tersedia secara lokal, sehingga harus didatangkan dari luar daerah melalui proses pemesanan yang memakan waktu.
Meski demikian, semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat tetap terjaga. Koordinasi lapangan dilakukan secara intensif untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan efektif dan aman.
Hingga saat ini, pengerjaan masih difokuskan pada pengecoran lantai dasar, sementara tahapan lain seperti abutmen, girder, dan lantai jembatan akan dilaksanakan secara bertahap.
Situasi di sekitar lokasi pembangunan terpantau aman dan terkendali. Proyek ini diharapkan segera rampung sehingga mampu membuka akses yang lebih cepat dan aman bagi masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
